Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda)

Provinsi Kalimantan Selatan

Jl. Dharma Praja I, Komplek Perkantoran Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan Banjarbaru

Foto POTENSI PELAKSANAAN PROGRAM MASYARAKAT EKONOMI ASEAN (MEA) PADA PERKEMBANGAN BISNIS DI KALIMANTAN SELATAN

POTENSI PELAKSANAAN PROGRAM MASYARAKAT EKONOMI ASEAN (MEA) PADA PERKEMBANGAN BISNIS DI KALIMANTAN SELATAN

  Sel, 19 April 2016

THE POTENTIAL OF ASEAN ECONOMIC COMMUNITY (AEC) PROGRAM FOR SOUTH KALIMANTAN BUSINESS ENVIRONMENT

Herry A Pradana

Balitbangda Provinsi Kalimantan Selatan

Jl. Jenderal Sudirman No. 14 Banjarmasin 707114 Tel/Fax. (0511) 3363288/ 3352982

e-mail: herry.a.pradana@gmail.com

Diterima: 23/09/2013, Direvisi: 04/10/2013, Disetujui: 16/10/2013

Abstract

The implementation of ASEAN Economic Community (AEC) will taken its place in 2015 with all long due process of discussion and preparation for all participant. AEC is basically aimed to make ASEAN as solid regional economy, which further will have proper bargaining position in world’ economy. The economy integration between ASEAN in AEC is differ with Europe has done in European Union with their Euro as single currency. The integration is more on taking off the trade restriction in the distribution flow of goods and services, hence the skilled labor and better investment approach. AEC will prioritizing 12 sectors; fisheries, e- travel, e-ASEAN, automotive, logistics, wood-based industry, rubber-based industry, furniture, foods and beverages, footwear, textiles and health products. This paper is aimed to identify the potentials of AEC for South Kalimantan business environment through the resources-based and competitive and comparative advantages approach. The method used for this paper is descriptive analysis, with the data obtained from workshop, in-depth interview, and literature reviews. The result shows that South Kalimantan with the abundant natural resources have a strong potential in AEC, but at the same time having a big obstacle in terms of human resources quality and cultural constraint.

Keywords: Comparative Advantages, Competitiveness, Free Trade

Abstrak

Implemetasi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akan diberlakukan dua tahun lagi, yaitu pada tahun 2015. MEA terwujud dari keinginan negara-negara ASEAN untuk mewujudkan ASEAN menjadi kawasan perekonomian yang solid dan diperhitungkan dalam percaturan perekonomian Internasional. Integrasi ekonomi yang diterapkan dalam MEA bukan merupakan integrasi perekonomian seperti yang diterapkan oleh Uni Eropa (European Union) yang memberlakukan mata uang tunggal (euro). Dalam MEA tujuan yang ingin dicapai adalah adanya aliran bebas barang, jasa, dan tenaga kerja terlatih (skilled labor), serta aliran investasi yang lebih bebas. Dalam penerapannya MEA akan menerapkan 12 sektor prioritas, yaitu perikanan, e-travel, e-ASEAN, otomotif, logistik, industri berbasis kayu, industri berbasis karet, furnitur, makanan dan minuman, alas kaki, tekstil dan produk tekstil, serta kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi MEA pada perkembangan bisnis di Kalimantan Selatan berdasarkan pendekatan sumberdaya yang dimiliki, keunggulan komparatif dan kompetitif. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan data diperoleh dari workshop, wawancara mendalam, dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Kalimantan Selatan memiliki sumberdaya alam yang banyak dan memiliki potensi yang juga sangat besar, namun dari sisi sumberdaya manusia masih tertinggal dan ada persoalan budaya yang menjadi halangan dalam menghadapi perubahan.

Kata Kunci: Keunggulan Kompetitif, Daya Saing, Perdagangan Bebas

 

Statistik Pengunjung

Kantor Balitbang Kalsel

Alamat : Jl. Dharma Praja I,
Komplek Perkantoran Pemerintah
Provinsi Kalimantan Selatan, Banjarbaru
Telp/Fax : 0511-6749271
Email : kalselbalitbangda@gmail.com