Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda)

Provinsi Kalimantan Selatan

Jl. Dharma Praja I, Komplek Perkantoran Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan Banjarbaru

Foto PERDAGANGAN KOMODITAS STRATEGIS/POKOK (SEMBAKO) KALSEL-JATIM

PERDAGANGAN KOMODITAS STRATEGIS/POKOK (SEMBAKO) KALSEL-JATIM

  Ming, 17 April 2016

TRADE OF STRATEGIC COMMODITIES BETWEEN KALSEL-JATIM

Lisda Noorizatil H

Peneliti Balitbangda Provinsi Kalimantan Selatan

Jl. Jenderal Sudirman No. 14 Banjarmasin 70114; Telp/Fax. (0511) 3363288/3352982

e-mail: lisda_nh@yahoo.com

Diterima: 22/02/2014, Direvisi: 18/03/2014, Disetujui: 27/03/2014

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui:  (1) jenis-jenis komoditas strategis yang diperdagangkan  antara propinsi Kalimantan Selatan dengan Jawa Timur; (2) hambatan-hambatan, baik yang bersifat teknis maupun non-teknis, dalam pelaksanaan perdagangan antara Kalimantan Selatan dan Jawa Timur; (3) bagaimana arus informasi dalam hubungan perdagangan antara propinsi Kalimantan Selatan dan Jawa Timur; dan (4) peran pemerintah daerah dalam arus perdagangan antara Kalimantan Selatan dan Jawa Timur. Pengumpulan  data dengan   menggunakan   instrumen   wawancara,   observasi   dan   dokumenter.   Sedangkan   analisis   data menggunakan  deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan  bahwa komoditas yang telah diperdagangkan  ke dari Provinsi Jawa Timur ke provinsi Kalimantan Selatan terdiri dari kebutuhan bahan pokok  seperti  beras,  gula,  tepung  terigu,  jagung,  telur,  minyak  goreng,  garam,  susu,  kedelai,  makanan minuman dan hewan ternak. Komoditas yang telah diperdagangkan ke dari Provinsi Kalimantan Selatan  ke Provinsi Jawa Timur terdiri dari kebutuhan bahan pokok  seperti beras dan makanan minuman olahan. Selama tiga tahun berturut-turut  kondisi neraca perdagangan  Provinsi Kalimantan  Selatan terhadap Provinsi Jawa timur selalu mengalami defisit berturut-turut  dari tahun 2010 samapai dengan 2012 adalah Rp 1,3 Trilyun,

5,20 Trilyun  dan 3,07 Trilyun. Terdapat  beberapa  hambatan  yang dialami  oleh pelaku usaha dalam arus perdagangan seperti : Permasalahan atau kendala utama yang dihadapi pengusaha Jatim dalam perdagangan ke Kalsel  antara  lain adalah  belum  memadainya  sistem  informasi  arus barang,  terbatasnya  infrastruktur kepelabuhanan (dermaga), adanya monopoli jasa  angkutan kapal (cargo) sehingga menyebabkan mahalnya biaya cargo, daya saing produk yang dikirim dari Kalimantan Selatan ke Provinsi Jawa Timur masih rendah jika dibandingkan dengan komoditas dari pulau Jawa terutama Jawa Timur, dukungan Kebijakan pemerintah Kalimantan Selatan terhadap pengembangan usaha perdagangan antara Kalimantan Selatan dan Jawa Timur dirasakan masih rendah, terutama dalam bentuk   peraturan daerah, tingginya pungutan tidak resmi dalam perjalanan yang dapat menambah beban usaha serta Infrastruktur Jalan yang masih rusak membuat distribusi barang dari Banjarmasin ke wilayah seperti Tanah Bumbu dan Kota Baru agak terlambat

Kata kunci: perdagangan, komoditas strategis, Kalsel, Jatim

Abstract

This study aimed to determine : (1) the types of strategic commodities traded between South Kalimantan and East Java, (2) barriers, both technical and non – technical, in the implementation  of trade between South Kalimantan and East Java; (3) how the information flow in the trade relations between the province of South Kalimantan and East Java , and (4) the role of local governments in trade flows between South Kalimantan and East Java. Data collection  using instruments  interviews,  observation  and documentary.  While using descriptive qualitative data analysis. The results showed that the commodity has been traded to the province of East Java to South Kalimantan province consists of essential commodities such as rice, sugar, wheat flour, corn, eggs, cooking oil, salt, milk, soy, beverage and food animals. Commodities that have been traded to from South Kalimantan to East Java Province consists of essential commodities such as rice and processed foods beverages. For three consecutive years the trade balance conditions of South Kalimantan Province to the east Java province has always had a deficit in a row from 2010 to 2012 is Rp 1.3 trillion, 5.20 trillion and 3.07 trillion. There are several barriers experienced by entrepreneurs in trade flows such as : problem or major constraints faced by entrepreneurs in the trade to the province of East Java, among others, is inadequate information system flow of goods, lack of port infrastructure (wharf), the existence of monopoly transport ships (cargo) resulting in high cost of cargo , the competitiveness of products shipped from South Kalimantan to East Java Province is still low when compared with the commodities of the island of Java, especially East Java, South Kalimantan government policy support to the business development of trade between South Kalimantan and East Java still felt low, mainly in the form of local regulations, high unofficial payments in the course of which can increase operating expenses as well as the road infrastructure is still damaged to make the distribution of goods from Banjarmasin to areas such as Tanah Bumbu and Kotabaru a little late.

Keywords: trade, strategic commodities, South Kalimantan, East Java

Statistik Pengunjung

Kantor Balitbang Kalsel

Alamat : Jl. Dharma Praja I,
Komplek Perkantoran Pemerintah
Provinsi Kalimantan Selatan, Banjarbaru
Telp/Fax : 0511-6749271
Email : kalselbalitbangda@gmail.com