Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda)

Provinsi Kalimantan Selatan

Jl. Dharma Praja I, Komplek Perkantoran Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan Banjarbaru

Foto PELURUSAN SEJARAH PERANG BANJARMASIN (1859-1863)

PELURUSAN SEJARAH PERANG BANJARMASIN (1859-1863)

  Kam, 14 April 2016

BANJARMASIN HISTORICAL RECTIFICATION WAR (1859-1863)

Yanuar Ikbar

Dosen senior pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Prodi Hubungan Internasional UNPAD, Bandung

e-mail: yanuarikbar@yahoo.co.id

Diterima : 21/09/2014, Direvisi :  01/12/2014, Disetujui : 03/12/2014

Abstrak

Dalam karya penelitian ini kami menggunakan metode Kualitatif dengan beberapa pendekatan diantaranya ialah pendekatan strategis, pendekatan perang dan damai (war and peace), pendekatan/dan pendekatan diplomatis struktur fungsional serta pendekatan geneologi di mana penelitian akhirnya menemukan beberapa novum (bukti baru) sebagai suatu temuan (finding research) yang mengakhiri fenomena/paradigma lama yang dibuat oleh Drs. Idwar Saleh dimana Hidayatullah tidak pernah menyerah melainkan ditipu. Tulisan ini berusaha untuk meluruskan jalannya Sejarah perang Banjar yang karena “sesuatu hal” Sultan Hidayatullah hingga kini “tersandera” sebagai pahlawan nasional, kami perkirakannya ini bersumber dari tulisan Profesor Idwar Saleh (seorang pakar sejarah dari Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin ), sejak tahun 1968 yang yang kemudian menjadi panutan sebagian banyak penulis   lain di Nusantara. Tujuan tulisan ini membahas persoalan ketidakbenaran dan usaha pelurusan sejarah nasional di Kalimantan Selatan.

Kata kunci:  Perspektif Diplomasi “war and peace,” postmodern, pendekatan strategi, national interest, double cross atau bunglon, containment strategy/policy dan Perang Fi-sabillillah.

Abstract

In this research work we used qualitative methods with some of them approach is the strategic approach, the approach of war and peace (war and peace), approach/and diplomatic approach and the functional structure of the genealogical approach where research eventually find some novum (new evidence) as a finding (finding research) that ended the phenomenon/old paradigm created by Drs. Idwar Saleh where Hidayatullah never give up but cheated. In Hidayatullah role it often happens controversial them when he gets tremendous pressure when “helping people, or whether it should remain in hiding constantly.” In addition Sultan Hidayatullah cheated and betrayed and deceived so much by certain people that he was forced out of hiding not give up, then this is where he was arrested. This article tries to straighten the course of history Banjar war because “something” Sultan Hidayatullah until now “hostage” as a national hero, we presumably is derived from the writings of Professor Idwar Saleh (an expert on the history of the Lambung Mangkurat University, Banjarmasin), since 1968 who later became a role model in part many other writers in the archipelago. The purpose of this paper addresses the question ketidabenaran and business alignment of national history in South Kalimantan.

Key words:  Perspective Diplomacy “war and peace,” postmodern approach to strategy, national interest, double cross or a chameleon, containment strategy / policy and war-sabillillah Fi.

Statistik Pengunjung

Kantor Balitbang Kalsel

Alamat : Jl. Dharma Praja I,
Komplek Perkantoran Pemerintah
Provinsi Kalimantan Selatan, Banjarbaru
Telp/Fax : 0511-6749271
Email : kalselbalitbangda@gmail.com