Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda)

Provinsi Kalimantan Selatan

Jl. Dharma Praja I, Komplek Perkantoran Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan Banjarbaru

Foto IMPLEMENTASI STANDAR PELAYANAN MINIMAL PENDIDIKAN DASAR DI KABUPATEN KOTABARU

IMPLEMENTASI STANDAR PELAYANAN MINIMAL PENDIDIKAN DASAR DI KABUPATEN KOTABARU

  Sel, 26 April 2016

(Minimum Service Standart Implementation Basic Education in Kotabaru  Distric)

Oleh/By:

Sri Setyati*) dan Wajidi*)

*) Peneliti Balitbangda Provinsi Kalimantan Selatan

Jl. Jenderal Sudirman No.14 Banjarmasin 70114 Tel./Fax. (0511) 3352982 e-mail: srisetyati@yahoo.com, wadjidi@yahoo.com

Diterima 25 April 2013,  disetujui 6 Mei 2013

ABSTRACT

The purpose of this paper is aimed at: 1. Gain an overview of the condition of education services in public primary schools by district and by the educational unit in the district from the perspective Kotabaru SPM. 2. Gain an overview of the condition of education services in SMP by the district and by the educational unit in Kotabaru district. Extent of primary school education services in the district Kotabaru already done. 11 pieces of SPM indicators used for reviewing or evaluating primary school education services in the district Kotabaru, there are 3 indicators, namely: 1) The availability and adequacy of Teachers, 2) the availability and adequacy of textbooks that have been defined, and 3) The number of face- to-face , which is the fulfillment of its SPM reaches 85% and above. In other words, the three pieces of the indicator is in the category of very successful. Meanwhile, 2 indicators: 1) the availability of classrooms and facilities, and 2) Supervision and coaching categorized less successful, because the fulfillment of his SPM is in the interval 55% <70%. The remaining 6 pieces indicators, namely: 1) availability of distance education unit with an affordable, 2) availability of space teachers, staff and principals as well as the ingredients, 3) academic qualifications of teachers, 4) Availability props IPA, 5) availability of books and enrichment reference books, and 6) Number of teacher workload, considered unsuccessful because the fulfillment of his SPM is under 55%. As a whole shows that the fulfillment of SPM in public primary schools in the district Kotabaru stands at 56%. In other words, the fulfillment of SPM in public primary schools in the district can be said to be less successful Kotabaru. Extent of education services in the district Kotabaru SMP has been implemented. 11 pieces of SPM indicators used for reviewing or evaluating education services in the district Kotabaru SMP, there is 1 piece of indicators, namely: availability of space teachers, staff and principals as well as the ingredients are the fulfillment of its SPM reached

71%. In other words, this indicator is in the category successfully. Meanwhile, 2 pieces indicators namely: 1) the academic qualifications of teachers, and 2) the availability and adequacy of textbooks that have been defined for feasibility categorized less successful, because the fulfillment of his SPM is in the interval 55% <70%. Furthermore, the 8 indicators, namely: 1) availability of distance education unit with an affordable, 2) availability of classrooms and facilities, 3) availability of laboratory science and ingredients, 4) availability and adequacy of teachers, 5) Supervision and coaching, 6) Availability of books enrichment and reference books, 7) The number of teacher workload, and 8) The number of face-to- face can be said to be successful because the fulfillment of his SPM is under 55%. As a whole shows that the fulfillment of SPM in Secondary Schools in the district Kotabaru stands at 43%. In other words, the fulfillment of SPM in Secondary Schools in the district Kotabaru can be said to be successful.

Keywords: Kotabaru, Elementary Education, Minimum Service Standards

ABSTRAK

Tujuan dari tulisan ini bertujuan untuk: 1. Memperoleh gambaran tentang kondisi pelayanan pendidikan di SD Negeri oleh kabupaten dan oleh satuan pendidikan dalam wilayah Kabupaten Kotabaru dari perspektif SPM.  2. Memperoleh gambaran tentang kondisi pelayanan pendidikan di SMP Negeri oleh kabupaten dan oleh satuan pendidikan dalam wilayah Kabupaten Kotabaru.

Sejauhmana pelayanan pendidikan di SD Negeri kabupaten Kotabaru sudah terlaksana. Dari 11 buah indikator SPM yang digunakan untuk meninjau atau mengevaluasi pelayanan pendidikan di SD Negeri kabupaten Kotabaru, terdapat 3 buah indikator, yaitu: 1) Ketersediaan dan kecukupan Guru, 2) Ketersediaan dan kecukupan buku teks yang sudah ditetapkan, dan 3)  Jumlah tatap muka, yang keterpenuhan SPM nya mencapai 85% ke atas. Dengan kata lain, ketiga buah indikator tersebut berada dalam kategori sangat berhasil.  Sementara itu, 2 buah indikator yaitu:  1) Ketersediaan ruang kelas dan sarananya, dan 2) Supervisi dan pembinaan dikategorikan kurang berhasil, sebab keterpenuhan SPM nya berada pada interval 55%   <   70%. Sisanya, 6 buah indikator, yaitu: 1) Ketersediaan satuan pendidikan dengan jarak yang terjangkau, 2) Ketersediaan ruang guru, staf dan kepala sekolah serta sarananya, 3) Kualifikasi akademik guru, 4) Ketersediaan alat peraga IPA, 5) Ketersediaan buku pengayaan dan buku referensi, dan 6) Jumlah beban kerja guru, dikategorikan tidak berhasil sebab keterpenuhan SPM nya berada di bawah 55%.   Secara keseluruhan terlihat bahwa keterpenuhan SPM di SD Negeri dalam wilayah kabupaten Kotabaru berada pada angka 56%. Dengan kata lain, keterpenuhan SPM di SD Negeri dalam wilayah kabupaten Kotabaru dapat dikatakan kurang berhasil. Sejauhmana pelayanan pendidikan di SMP Negeri kabupaten Kotabaru sudah terlaksana.  Dari 11 buah indikator SPM yang digunakan untuk meninjau atau mengevaluasi pelayanan pendidikan di SMP Negeri kabupaten Kotabaru, terdapat 1 buah indikator, yaitu: Ketersediaan ruang guru, staf dan kepala sekolah serta sarananya yang keterpenuhan SPM nya mencapai 71%. Dengan kata lain, indikator ini berada dalam kategori berhasil.   Sementara itu, 2 buah indikator yaitu: 1) Kualifikasi akademik guru, dan 2) Ketersediaan dan kecukupan buku teks yang sudah ditetapkan kelayakannya dikategorikan kurang berhasil, sebab keterpenuhan SPM nya berada pada interval 55%   <   70%. Selanjutnya, 8 buah indikator yaitu: 1) Ketersediaan satuan pendidikan dengan jarak yang terjangkau, 2) Ketersediaan ruang kelas dan sarananya, 3) Ketersediaan laboratorium IPA dan sarananya, 4) Ketersediaan dan kecukupan guru, 5) Supervisi dan pembinaan, 6) Ketersediaan buku pengayaan dan buku referensi, 7) Jumlah beban kerja guru, dan 8) Jumlah tatap muka dapat dikatakan tidak berhasil sebab keterpenuhan SPM nya berada di bawah 55%. Secara keseluruhan terlihat bahwa keterpenuhan SPM di SMP Negeri dalam wilayah kabupaten Kotabaru berada pada angka 43%. Dengan kata lain, keterpenuhan SPM di SMP Negeri dalam wilayah kabupaten Kotabaru dapat dikatakan tidak berhasil.

Kata kunci : Kotabaru, Pendidikan Dasar, Standar Pelayanan Minimal

Statistik Pengunjung

Kantor Balitbang Kalsel

Alamat : Jl. Dharma Praja I,
Komplek Perkantoran Pemerintah
Provinsi Kalimantan Selatan, Banjarbaru
Telp/Fax : 0511-6749271
Email : kalselbalitbangda@gmail.com