Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda)

Provinsi Kalimantan Selatan

Jl. Dharma Praja I, Komplek Perkantoran Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan Banjarbaru

Foto HUBUNGAN FAKTOR RISIKO DENGAN LAHIR MATI DI KABUPATEN BANJAR KALIMANTAN SELATAN TAHUN 2011

HUBUNGAN FAKTOR RISIKO DENGAN LAHIR MATI DI KABUPATEN BANJAR KALIMANTAN SELATAN TAHUN 2011

  Ming, 17 April 2016

RISK FACTORS OF STILBIRTH IN BANJAR DISTRICT SOUTH KALIMANTAN 2011

Fakhriyah, A. Syaefullah, H. Susiarno*) Program Studi Magíster Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran*)

e-mail : fakhriyah_as@yahoo.com

Diterima: 21/02/2014, Direvisi: 15/03/2014, Disetujui: 25/03/2014

Abstrak

Kejadian lahir mati di Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan tergolong tinggi. Pada tahun 2010 kejadian lahir mati adalah sebanyak 32 kasus dari 9.928 kelahiran hidup (0,32%), selanjutnya pada tahun 2011 angka kejadian meningkat sebanyak 88,96% menjadi 61 kasus dari 10.088 kelahiran hidup (0,60%). Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan karakteristik ibu, penyulit kehamilan, penyulit persalinan, penyulit  janin,  keteraturan ANC  dan  persalinan  terhadap  lahir  mati  serta  mengkaji  lebih  mendalam bagaimana faktor risiko dominan bisa menyebabkan lahir mati. Penelitian ini menggunakan mixed method. Objek terdiri dari hasil otopsi verbal 53 orang ibu yang melahirkan bayi lahir mati dan catatan medik 212 orang ibu yang melahirkan bayi lahir hidup. Subjek adalah ibu yang melahirkan bayi lahir mati dengan persalinan di rumah serta penolong persalinannya. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total populasi dan purposive sampling. Analisis statistik yang digunakan untuk metode kuantitatif adalah uji Chi Square, uji Phi cramer’s V dan regresi logistic. Hasil regresi logistik menunjukkan bahwa variabel yang dominan berhubungan dengan lahir mati adalah tempat persalinan dengan RO 9.114 (IK 95%: 3.008-27.804) dikarenakan faktor psikososial, kualitas, pemerataan, dan keterjangkauan pelayanan kesehatan. Persalinan di rumah 9 kali lebih berisiko terjadi lahir mati dikarenakan faktor psikososial, ekonomi, pembiayaan kesehatan, kualitas bidan, kuantitas bidan, kemitraan bidan dan dukun, sarana dan prasarana, dan kondisi geografis.   Dapat direkomendasikan perlu dilakukan action research dalam penerapan sistem pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan masyarakat, memprioritaskan peningkatan pengetahuan ibu, kuantitas dan kualitas bidan, pemberdayaan masyarakat serta perbaikan fasilitas kesehatan dengan memperhatikan aspek budaya, ekonomi dan kondisi geografis untuk menekan angka lahir mati.

Kata kunci: lahir mati, faktor risiko lahir mati, penyulit kehamilan, tempat persalinan, ANC

Abstract

Incidence of stillbirth in Banjar Regency South Kalimantan is still considered high. In 2010 the incidence of stillbirth was 32 cases of 9928 live births (0.32%), then in 2011 the incidence increased by 88.96% to 61 cases of 10 088 live births (0.60%). The purpose of this study is to analyze the relationship between maternal characteristics, pregnancy complications, delivery complications, fetal complications, the regularity of the ANC and labor to stillbirth and examine more deeply, on how the dominant risk factors can cause stillbirth. This research use the mix method design, with object consists of verbal autopsy, of 53 mothers who gave birth to stillbirth babies and medical record of 212 mothers who gave birth to babies born randomly selected from the same period of time. The subject is the mother who gave birth to stillbirth babies at home birth and labor helper use purposive sampling. The quantitative method use Chi Square test, Phi-Cramer’s V test and logistic regression. The result of logistic regression indicate that the dominant variable correlate on stillbirth is place of delivery OR:9,114 (95% CI: 3,008-27,804). Recommended to other researchers to conduct further research on stillbirth, the midwife, health centers and the Department of Health is expected to improve the mother’s knowledge, the quantity and quality of midwives, community empowerment and improved health facilities with due respect to cultural, economic and geographical conditions to reduce the number of stillbirths.

Keywords: risk factors of stillbirth, stillbirth, pregnancy complications, place of deliver, antenatal care

Statistik Pengunjung

Kantor Balitbang Kalsel

Alamat : Jl. Dharma Praja I,
Komplek Perkantoran Pemerintah
Provinsi Kalimantan Selatan, Banjarbaru
Telp/Fax : 0511-6749271
Email : kalselbalitbangda@gmail.com