Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda)

Provinsi Kalimantan Selatan

Jl. Dharma Praja I, Komplek Perkantoran Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan Banjarbaru

Foto HUBUNGAN ANTARA JUMLAH KENDARAAN DIESEL, KETERSEDIAAN SOLAR DAN PELANGSIR DI TIGA KABUPATEN PROVINSI KALIMANTAN SELATAN

HUBUNGAN ANTARA JUMLAH KENDARAAN DIESEL, KETERSEDIAAN SOLAR DAN PELANGSIR DI TIGA KABUPATEN PROVINSI KALIMANTAN SELATAN

  Kam, 11 Juni 2015

HUBUNGAN ANTARA JUMLAH KENDARAAN DIESEL, KETERSEDIAAN SOLAR DAN PELANGSIR DITIGA KABUPATEN PROVINSI KALIMANTAN SELATAN

 

 

Oleh/by:

Nur Muchammad Azizi Kurniawan*

*Peneliti Balitbangda Provinsi Kalimantan Selatan

Jl. Jend. Sudirman No. 14 Banjarmasin 70149Telp. (0511) 3352882

 

 

ABSTRAK

Kendaraan adalah alat yang membantu kita untuk berpindah ketujuan tertentu, pada masa sekarang ini kendaraan menggunakan beberapa jenis bahan bakar, diantaranya bensin, solar dan gas. Untuk kendaraan pengangkutan atau beban berat pada umumnya menggunakan mesin diesel yang berbahan bakar solar,  mesin disel mempunyai beberapa keunggulan terhadap mesin bensin diantaranya: toleransi panas yang tinggi, hemat bahan bakar, memiliki torsi yang besar pada putaran rendah. Ada juga kekurangannya, akselerasi yang lambat dan gas buang yang cenderung pekat. Di Provinsi Kalimantan selatan sudah bukan rahasia lagi selalu terjadi kelangkaan solar, bahkan antrian mengular hingga beberapa kilometer, diantara yang mengantri tersebut tidak semuanya adalah pemakai solar, ada beberapa diantaranya adalah pelangsir. Pelangsir adalah orang yang memanfaatkan langkanya solar di KALSEL untuk kemudian dijual lagi kepasaran, pada umumnya adalah para pengepul dan pengecer yang mensuplai kendaraan di berbagai perusahaan tambang. Harga solar bersubsidi dan solar industri yang terpaut jauh membuat celah untuk para pelangsir meraup untung, imbasnya pemakai solar yang kewalahan sering tidak mendapat jatah solar, yang pada akhirnya berimbas pada roda ekonomi. Harga yang melambung diakibatkan dari lamanya waktu antri untuk mendapat solar, hingga para sopir dalam sebulan hanya bisa beroperasi 15 hari, sisanya dipakai untuk mengantri, pendapatan mereka pun turun, akhirnya banyak pula yang beralih menjadi pelansir, karena menjanjikan pekerjaan yang relatif mudah serta keuntungan berlipat. Pertamina dalam hal ini sebetulnya sudah menggelontorkan solar untuk KALSEL dalam jumlah yang cukup, sesuai jatah nasional, yaitu sebesar 870.667 kiloliter pada tahun 2010 sedangkan jumlah kendaraan (bensin dan diesel) adalah 1 juta unit lebih.

KataKunci:Kendaraan Diesel, Solar, Pelangsir.

 

Statistik Pengunjung

Kantor Balitbang Kalsel

Alamat : Jl. Dharma Praja I,
Komplek Perkantoran Pemerintah
Provinsi Kalimantan Selatan, Banjarbaru
Telp/Fax : 0511-6749271
Email : kalselbalitbangda@gmail.com