Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda)

Provinsi Kalimantan Selatan

Jl. Dharma Praja I, Komplek Perkantoran Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan Banjarbaru

Foto FAKTOR DETERMINAN TERJADINYA KONFLIK SOSIAL DAN DAMPAKNYA DI KALIMANTAN TIMUR

FAKTOR DETERMINAN TERJADINYA KONFLIK SOSIAL DAN DAMPAKNYA DI KALIMANTAN TIMUR

  Sel, 19 April 2016

THE DETERMINANT FACTORS AND THE IMPACTS OF SOCIAL CONFLICT IN EAST KALIMANTAN

 

Endro Utomo

Balitbangda Provinsi Kalimantan Timur

e-mail: endropkbm@gmail.com

Diterima: 23/09/2013, Direvisi: 04/10/2013, Disetujui: 04/11/2013

 

 

Abstrak

Kajian ini bertujuan; Untuk mengetahui faktor-faktor determinan penyebab lahirnya konflik sosial di Kalimantan Timur,  Untuk  mengetahui  dampak  yang  ditimbulkan  dari  konflik  sosial  yang  terjadi  di Kalimantan Timur. Metode ; Jenis penelitian ini adalah penelitian empiris mengenai kajian faktor determinan terjadinya konflik sosial dan dampaknya di Kalimantan Timur. Pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan kemasyarakatan melalui sosiologi hukum. Pendekatan dari sudut sosiologi hukum bertujuan untuk menjelaskan mengapa suatu praktik-praktik hukum di dalam kehidupan masyarakat itu terjadi, sebab-sebabnya, faktor-faktornya apa yang berpengaruh, latar belakangnya, dan sebagainya (Ali Zainuddin, 2006:8). Untuk memahami interaksi antara perusahaan dengan masyarakat sekitar. Hasil ; Berdasarkan informasi responden yang peneliti peroleh dari jawaban atas pertanyaan dari kuisioner yang diberikan dengan pertanyaan mengenai kebenaran adanya konflik sosial dari 24 sampel yang dipilih semuanya memberikan jawaban yang membenarkan adanya konflik sosial itu telah terjadi di Kota Tarakan. Hal ini menunjukkan bahwa betapa peristiwa konflik sosial yang terjadi di Tarakan dirasakan dampaknya oleh seluruh masyarakat yang ada dikota ini. Hal ini tercermin dari mayoritas responden yang menyatakan bahwa konflik pernah terjadi di kota ini. Berdasarkan responden dalam penelitian ini mayoritas responden menyatakan tidak pernah terjadi konflik sosial di Kabupaten Kutai Barat, namun ada 1 (satu) responden yang menyatakan pernah terjadi konflik sosial hal ini disampaikan yaitu konflik yang terjadi pada tanggal 8

Desember 2010 yaitu bentuk kekecewaan yang dilakukan terhadap salah satu bakal calon bupati yang tidak lolos verifikasi yang melakukan tindakan anarkis terhadap kantor KPU Kutai Barat. Kesimpulan ; Faktor determinan yang menjadi penyebab konflik sosial yang terjadi di Kota Tarakan  menurut analisa peneliti adalah karena adanya ketidak harmonisan dalam berinteraksi antar masyarakat. Faktor determinan yang menjadi penyebab konflik sosial yang terjadi di Kabupaten Kutai Barat  menurut analisa peneliti adalah karena adanya bentuk ketidak percayaan sekelompok masa terhadap pejabat publik yang didomplengi dengan sikap anarkis. Hal ini terjadi disebabkan pemahaman Sumber Daya Manusia terhadap resiko dari apa yang dia lakukan masih minim.

Kata kunci: Konflik, Masyarakat, Penyebab, Suku

Abstract

Purpose of the study; To analyze the determinant factors and the impact of the social conflict in East

Kalimantan.

Method; The research use an empirical study to determine the factors and the impact of social conflict in East Kalimantan, with the sociology of law approach. Legal sociology approach is aimed to explain why a law practice in public life that occurred, the causes, the factors that influence what things, background, and so on (Ali Zainuddin, 2006:8). The research is also focus on understanding the interaction between the company and the surrounding community.

Results; Based on information obtained from the respondents through questionnaire, all of 24 samples that selected to provide answers, justify the existence of social conflicts that have occurred in Tarakan. This shows that how much social conflict occurred in Tarakan felt by the entire community on that are. This condition reflects the majority of respondents who stated that the conflict ever occurred in this city. Majority of the respondents in this study said that social conflicts never happen in the West Kutai District, but there is 1 (one) of respondents said that social conflicts have once occurred. It is submitted that the conflict that took place on December 8, 2010 is a form of disappointment from the regent candidates who do not pass the verification, so they made an anarchist action against West Kutai KPU office.

Conclusion; From the analysis of the researchers, the determinant factors that cause a social conflict in Tarakan are happened due to the disharmony in the inter-community interaction. The determinant factors that cause a social conflict in West Kutai regency is the group distrust of public officials who ridden with anarchist attitude. This happens because of the lack of understanding of people to the risk of what he have done.

Keywords: Conflict, Community, Cause, Tribe

Statistik Pengunjung

Kantor Balitbang Kalsel

Alamat : Jl. Dharma Praja I,
Komplek Perkantoran Pemerintah
Provinsi Kalimantan Selatan, Banjarbaru
Telp/Fax : 0511-6749271
Email : kalselbalitbangda@gmail.com