Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda)

Provinsi Kalimantan Selatan

Jl. Dharma Praja I, Komplek Perkantoran Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan Banjarbaru

Foto ANALISIS PERANAN LEMBAGA PENJAMIN KREDIT DAERAH DALAM PEMBERIAN KREDIT KEPADA USAHA KECIL MENENGAH

ANALISIS PERANAN LEMBAGA PENJAMIN KREDIT DAERAH DALAM PEMBERIAN KREDIT KEPADA USAHA KECIL MENENGAH

  Sel, 26 April 2016

(The Analysis on the Regional Credit Insurance Cooperation’ Role to The Lending Process Of The Small Medium Enterprises)

Oleh/By:

Herry Azhar Pradana *)

*) Tenaga Peneliti Balitbangda Provinsi Kalimantan Selatan

Jl. Jenderal Sudirman No.14 Banjarmasin 70114 Tel./Fax. (0511) 3352982 e-mail: herry_90210@yahoo.com

Diterima 15 April 2013, disetujui 6 Mei 2013

ABSTRACT

Banking industry is one of the important sectors that contribute significantly to the local economic development, have two major functions; collecting funds from society and distributing credits to the society. Bank settled their business by endorsing a strict and prudent procedures as regulated by Bank Indonesia. The essential reason behind the cautious procedure is the high rate of Non-Performing Loan (NPL). High rate of NPL is dominantly contributed by the Small- Medium Enterprise or small scale industry. Bank as an intermediary institution needs a stimulant in form of subsidy on SME’ credit portfolio in order to mitigate the risk. This situation leads us to the urgency of having Regional Credit Insurance Agency, which has a major function as an Insurance Agency to mitigate the potential risk of NPL together with the bank. Furthermore, it is also expected that the operational of the Regional Credit Insurance Agency will results on the increasing amount of regional income in particular.

Keywords: Credit, Small-Medium Enterprises, Risk Mitigation

 

ABSTRAK

Salah satu faktor yang mendukung perkembangan ekonomi suatu daerah adalah keberadaan industri perbankan, dimana Bank memiliki posisi strategis dalam penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) dan penyaluran dana kredit kepada masyarakat sehingga dapat mendukung kegiatan perekonomian di daerah. Pada aspek penyaluran kredit, dunia Perbankan menerapkan prinsip prudent atau kehati-hatian yang sangat ketat, sehingga pada prakteknya, pengajuan kredit akan menjadi proses yang panjang apabila, debitur tidak dapat memenuhi standar bank yang telah ditetapkan. Prinsip kehati-hatian tersebut, diterapkan oleh bank dikarenakan sudah tingginya tingkat non-performing loan / kredit macet, yang selalu menjadi momok tersendiri bagi bank.Tingginya tingkat kredit macet dari usaha mikro yang diakibatkan oleh gagal bayarnya debitur, menimbulkan gagasan akan pentingnya  suatu Lembaga Penjamin Kredit di daerah yang akan berbagi tugas dengan perbankan dalam hal penanganan kredit macet. Bank dalam hal ini sebagai lembaga Intermediasi sangat memerlukan adanya subsidi pada portofolio kredit untuk UMKM untuk melakukan mitigasi risiko. Selain pentingnya Lembaga Penjamin Kredit Daerah dalam rangka penjaminan kredit macet, lembaga ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi pada Pendapatan Aseli Daerah (PAD).

Kata Kunci: Kredit, UMKM, Mitigasi Risiko

 

Statistik Pengunjung

Kantor Balitbang Kalsel

Alamat : Jl. Dharma Praja I,
Komplek Perkantoran Pemerintah
Provinsi Kalimantan Selatan, Banjarbaru
Telp/Fax : 0511-6749271
Email : kalselbalitbangda@gmail.com